Sabtu, Mei 26, 2012

Ya Ma'syaranNisa'....

Most of Hell’s inhabitants are women

In the khutbah given during the solar eclipse, the Prophet (saw) said;

“I saw hell and I saw that most of its dwellers/inhabitants were women.” [Bukhaaree & Muslim, via Ibn 'Abbaas]

Most of Hell’s inhabitants are women! (Another narration)

The Prophet (saw) mentioned;

“I stood by the gate of Hell and saw that most of those who entered (it) were women.” [Bukhaaree & Muslim, via Usaamah Ibn Zayd]

Because they (women) are ungrateful to their husbands

The prophet (aw) said;

“O women, give in charity, for I have seen that you form the majority of the people of Hell.“

They asked, “Why is that, O Messenger of Allaah?“

He (saw) answered, “Because you curse too much and are ungrateful for the good treatment (done to you by your husbands).” [Bukhaaree & Muslim, via Abu Sa'eed al-Khudree]

In another narration

The Messenger of Allaah (peace and blessings of Allaah be upon him) said: “I was shown Hell and I have never seen anything more terrifying than it. And I saw that the majority of its people are women.”

They asked, “Why, O Messenger of Allaah?”

He (saw) said, “Because of their ingratitude (kufr).”

It was said, “Are they ungrateful to Allaah?”

He (saw) said, “They are ungrateful to their companions (husbands) and ungrateful for good treatment. If you are kind to one of them for a lifetime then she sees one (undesirable) thing in you, she will say, ‘I have never had anything good from you.’”

[Bukhaaree (#1052), via ‘Abdullaah ibn ‘Abbaas]

In yet another narration

It was narrated that Jaabir ibn ‘Abd-Allaah said: “I attended Eid prayers with the Messenger of Allaah (peace and blessings of Allaah be upon him). He started with the prayer before the khutbah, with no adhaan or iqaamah. Then he stood up, leaning on Bilaal, speaking of fear of Allaah (taqwa) and urging us to obey Him. He preached to the people and reminded them. Then he went over to the women and preached to them and reminded them. Then he said, ‘Give in charity, for you are the majority of the fuel of Hell’.

A woman with dark cheeks stood up in the midst of the women and said, ‘Why is that, O Messenger of Allaah?’

He (saw) said, ‘Because you complain too much and are ungrateful to your husbands.’ Then they started to give their jewellery in charity, throwing their earrings and rings into Bilaal’s cloak.”

[Muslim (#885), via Jaabir ibn ‘Abd-Allaah]

Very few women will enter Paradise

The Prophet (saw) mention;

“Few of the inhabitants of Paradise are women.” [Muslim, via 'Imraan Ibn Husayn]

How rare are the women of Paradise amongst us

‘Amr Ibn al-’Aas mentioned ‘Whilst we were with the Messenger of Allaah (saw) in this valley (on this mountain path), he (saw) said;

“Look, can you see anything?“

We said, ‘We se crows, and one of them stands out because its beak and feet are red.‘

The Messenger of Allaah said; “No women will enter Paradise except those who are as rare among them as this crow is among the others.” [Ahmad & Abu Ya'la, via 'Amr Ibn al-'Aas, see also Silsilat al-Ahaadeeth as-Saheehah, 4/466. hadeeth # 1851]

Explanation:

Qurtubee mentions in his ‘At-Tadhkhirah’ (1/369):

Women will be few among the inhabitants of Paradise because in most cases they prefer the immediate pleasures of this life, as they are (generally) less wise and unable to keep the hereafter in mind.

They are too weak to strive (alone) and prepare themselves for it, and are more inclined towards this world.

In spite of all this, they are the strongest factor in this world that distracts men from the Hereafter, because men are inclined to desire them and they are not concerned with the Hereafter.

They are quick to follow those who call them to deviate from Islaam, and reluctant to follow those pious people who call them to the Hereafterand righteous deeds.”

Another factor why many people will be driven to hell (in a thirsty state) is mentioned in a hadeeth collected by Bukhaaree and Muslim on the authority of Aboo Hurayrah, where the Messenger of Allaah said;

“Hell is surrounded with desires, and Paradise is veiled (in another narration ‘surrounded’) by hardships.“

May Allaah protect us all from the Fire of Hell, whose fuel is mankind and stones.

Selasa, Mei 22, 2012

Amalan di bulan Rejab

Segala puji bagi Allah Rabb Semesta Alam, shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, para sahabat dan para pengikut beliau hingga akhir zaman. Alhamdulillah, kita bersyukur kepada Allah Ta’ala karena pada saat ini kita telah memasuki salah satu bulan haram yaitu bulan Rajab. Apa saja yang ada di balik bulan Rajab dan apa saja amalan di dalamnya? Insya Allah dalam artikel yang singkat ini, kita akan membahasnya. Semoga Allah memberi taufik dan kemudahan untuk menyajikan pembahasan ini di tengah-tengah pembaca sekalian.

Rajab di Antara Bulan Haram
Bulan Rajab terletak antara bulan Jumadil Akhir dan bulan Sya’ban. Bulan Rajab sebagaimana bulan Muharram termasuk bulan haram. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (Qs. At Taubah: 36)

Jagalah kehormatan dan kesucian diri...

Ringkasnya, wahai teman wanitaku jagalah kesucian diri dan kehormatan diri sebelum berkahwin. Jangan pegang-pegang, jangan sentuh-sentuh. Jagalah hati tetap untuk satu cinta dunia yakni pada suami yang berhak. Teguhkan hati untuk satu cinta kekal selama-lamanya yakni pada Allah dan Rasulullah. Kemudian, kamu mampu berbangga dan bersyukur jika berjaya mempertahankannya sehingga saatnya kamu di akadkan. Tidak salah mendabik dada (tidak berlebihan) depan suami. Kamu memang layak berbangga.

Namun, bagaimana pula dengan yang tidak berjaya mempertahankan kesucian, kehormatan dan imannya sebelum berkahwin?

Bertaubatlah, nescaya taubat nasuha mensucikan diri anda kembali hati dan iman. Simpanlah dan lupakanlah aib, kisah hitam anda sampai mati. Jika dengan aib itu, akan merosakkan hubungan dua insan dan rumahtangga maka rahsiakanlah. Tidak wajar mendedah aib sendiri walaupun berterus terang adalah lebih baik.
Kadang-kadang ada yang perlu disembunyi dari didedahkan. Kerana manusia bukan Tuhan. Manusia menghakimi dengan kejam dan tidak adil berdasarkan kisah-kis silam kita, tapi Allah tidak begitu. Allah Maha Pengampun sedang manusia bukan pemberi sebarang pengampunan. Manusia hanya memaafkan, tetapi tidak mengampunkan dosa hitam.

Akhir kata, jagalah kesucian dan kehormatan anda demi satu cinta yang murni. Yang tidak lagi suci, sucikan kembali diri dengan penyesalan yang sungguh-sungguh, tidak mengulangi lagi silap yang sama dan mulakan hidup baru dengan percaya penuh, Allah masih beri peluang untuk kita walaupun manusia tidak beri peluang pada diri kita. Ingat, kita tak perlukan manusia utk menilai kita, tapi kitalah yang nilai diri kita sendiri dan kita sendiri yang bagi peluang diri sendiri berubah.

Isnin, Mei 21, 2012

Hidup sebelum Mati

Kalimah "Lailaha illah" adalah kunci ke syurga. Sungguh beruntung insan yang mampu melafazkannya dikala maut datang menjemput.
Mungkin kita menyangka ia mudah bagi kita untuk melafazkannya bila waktu itu datang, tapi sepertinya tidak. Sebab itulah kita disuruh untuk mengajarkannya kepada insan yang sedang naza'.

Yang jelas, hanya mereka yang sentiasa menyebutnya diwaktu sihat yang akan mampu mengucapkannya dikala lidah telah berat untuk bergerak.

Khamis, Mei 17, 2012

Sombong dan Angkuh

Mengapa manusia tidak boleh sombong? Sebab manusia adalah makhluk yang lemah, maka layakkah makhluk yang lemah itu bermega-megahan dan sombong di hadapan penguasa langit dan bumi? Namun masih ramai manusia itu yang lupa hakikat dan jati dirinya, sehingga membuat dia sombong dan angkuh untuk menerima kebenaran, merendahkan orang lain, serta memandang dirinya sempurna.

Rasulullah s.a.w telah menjelaskan tentang bahayanya sifat kesombongan dan keangkuhan, sebagaimana diriwayatkan dari Abdullah Bin Mas’ud r.a, dari Nabi s.a.w, beliau bersabda, “Tidak masuk syurga siapa saja yang di dalam hatinya ada sedikit kesombongan, kemudian seseorang berkata: “(ya Rasulullah) sesungguhnya seseorang itu suka berhias pada pakaiannya dan seliparnya”, Beliau bersabda: “Sesunguhnya Allah itu Indah dan Dia sukakan keindahan, (dan yang dimaksudkan dengan) kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain” (HR. Muslim)

Isnin, Mei 14, 2012

Hayati kulluha Lillah

Jadi lelaki yang soleh dan baik bukanlah bertujuan untuk mendapatkan tempat di depan wanita soleh yang kita sukai.

Tetapi, usaha menjadi lelaki yang soleh dan baik sebenarnya adalah untuk mendapatkan tempat yang baik di depan Allah s.w.t. Itulah yang lebih utama.

Begitu jugalah sepatutnya seorang wanita.

~Afdholul Rahman of LangitIlahi
[140512]

Ahad, Mei 13, 2012

Antara 2 Cinta

apa yang ada jarang disyukuri
apa yang tiada sering dirisaukan
nikmat yang dikecap
baru kan terasa bila hilang
apa yang diburu timbul rasa jemu
bila sudah di dalam genggaman

dunia ibarat air laut
diminum hanya menambah haus
nafsu bagaikan
fatamorgana di padang pasir
panas yang membahang disangka air
dunia dan nafsu bagai bayang-bayang
dilihat ada ditangkap hilang

Tuhan..
leraikanlah dunia
yang mendiam di dalam hatiku
kerana di situ tidak ku mampu
mengumpul dua cinta
hanya cintaMu ku harap tumbuh
dibajai bangkai dunia yang kubunuh

Sabtu, Mei 12, 2012

And i've learned to keep it to myself, kher insyaAllah.

Selasa, Mei 08, 2012

Pergilah Dunia


Perlahan-lahan ku jejak kaki
Terus melangkah untuk mencari
Suatu arah yang masih belum lagi kutemui
Apakah kerna dosa silamku
Masih membayangi diri ini
Hingga tak mampu untuk ku lari dari belenggunya..

Apalah daya hambaMu yang lemah
Hanya kekosongan jiwa
Penuh hasutan nafsu bergelora
Hanyalah padaMu daku berserah
Tunduk dan sujud menyembah
Mengharap ampunMu ya Allah..

Pergilah oh dunia
Jauh dari hati ini
Kerna kasihmu hanya sementara
Aku hanya mengharap
Redha Tuhanku
Menemani jiwaku yang lemah tak berdaya..

Terasa diri ini
Sentiasa mengadu padaMu
Bagai tiada apa
Menghapus dosa-dosa yang lalu

Hanyalah padaMu ku berserah
Tunduk dan sujud menyembahMu
Aku mengharap keampunanMu Tuhan
Maafkanlah...maafkanlah...

Sabtu, Mei 05, 2012

Antara Mata dan Hati

Bila melihat alam yang indah ini
Tidak terasa kebesaran Allah
Bila mendapat musibah lupa dirinya hamba
Nikmat yang datang tiada rasa darinya

Sepatutnya rasa malu kepadanya
Kerana anugerahnya kepada kita
Membuat dosa rasa kekesalannya

Buta hati lebih merbahaya
Buta mata tidak nampak dunia
Buta hati tidak nampak kebenaran
Buta hati ditipu nafsu dan syaitan

Bahkan dilupakan saja
Semua orang rasa bangga dengan dosa
Bila menyebut neraka
Tidak terasa akan gerunnya

Bila menyebut syurga
Tidak terasa akan nikmatnya
Itu menunjukkan
Jiwa kita mati atau buta